
Routing RIP atau Routing Information Protocol adalah sebuah prokotokol routing dinamis yang menggunakan distance vektor. Jenis roting ini memilih jalur dengan jumlah lompatan atau hop yang paling kecil dari pengirim menuju penerima. Protokol routing ini memilki batas hop yaitu yang berjumlah 15. Kelebihan protokol routing ini ialah konfigurasinya yang cukup simple dan mudah hanya dengan memasukan mana saja network id yang tersambung secara langsung pada router. Kekurangan protokol ini adalah jumlah hop maskimal adalah 15 sehingga kurang dapat digunakan pada topologi berskala besar. Pada postingan ini akan dijelaskan konfigurasi routing RIPv2 pada mikrotik.
Postingan Pendukung
- Instalasi EVE-NG pada Mesin Virtual VMware
- Cara Import Appliances Image, Bin dan Qemu ke EVE-NG
- Cara Mengatasi Virtualized VT-x/EPT Error VMware
Topologi

Pada konfigurasi kali ini simulasi dilakukan pada EVE-NG dan menggunakan Node mikrotik CHR seperti pada dibawah.

Agar router mikrotik bisa dilakukan konfigurasi dari komputer lokal berikan satu network interface dengan type management cloud.

Nyalakan semua node, double klik pada perangkat R1 dan R2 kemudian berikan Identity. Langkah ini berfungsi agar pada saat melakukan konfigurasi perangkat tidak tertukar.

Buka aplikasi winbox pada komputer lokal, jika kedua router sudah muncul maka konfgurasi pada setiap router siap dilakukan.

Konfigurasi R1
Berikan ip address pada interface ether1 dan ether2 sesuai dengan pada topologi diatas.

Konfigurasi DHCP Server yang mengarah pada client dengan menggunakan DHCP Setup pada menu IP > DHCP Server > DHCP Setup. Ikuti langkah – langkah hingga berhasil terbuat.


Konfigurasi R2
Lakukan langkah yang sama pada R1 dengan memberikan ip address sesuai topologi pada setiap interface. Berikan juga konfigurasi DHCP Server yang mengarah pada interface klien.

Konfigurasi Routing RIP R1 dan R2
Pada R1 masuk pada konfigurasi Routing > RIP > Interface. Tambahkan interface yang akan dipakai sebagai link antar kedua router sesuai dengan gambar topologi diatas.

Setelah menentukan interface antar router, masuk pada submenu networks dan masukan subnet yang langsung terkoneksi dengan masing – masing router. Berikut adalah gambar konfigurasi submenu networks pada R1.

agar router bisa saling mengenenali masuk pada submenu dan berikan alamat ip router R2.

Lakukan langkah yang sama pada R2 dimulai dari menentukan interface yang mengarah R1, memasukan subnet yang terkoneksi pada R2 dan memberikan alamat ip router R1. Berikut adalah gambar konfigurasi pada R2.


Pengujian Client
Berikan konfigurasi DHCP Client pada VPC1 dan VPC2 agar mendapatkan ip address secara otomatis. Lakukan pengujian ping antar VPC jika hasilnya saling reply maka konfigurasi routing static berhasil dilakukan.


Kesimpulan pada postingan ini adalah konfigruasi routing RIPv2 berfungsi untuk menghubungkan satu jaringan ke jaringan yang berda lainnya. Protokol routing ini memiliki konfigurasi yang cukup mudah namun memiliki limitasi hop yang digunakan. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.
