
OSPF (Open Shortest Path First) adalah salah satu protokol routing dinamis yang berjenis link state. Protokol ini memiliki algoritma memetakan jalur berdasarkan jalur terpendek pada jaringan. Cara kerja pada protokol routing ini menggunakan sistem area dimana area 0 yang berfungsi sebagai backbone. Kelebihan protokol routing ini memiliki skalabilitas yang besar untuk jaringan yang kompleks. Kekurangan pada protokol routing ini konfigurasi untuk mendeklarasikan OSPF terbilang cukup rumit karena konsep dari area dan penggunaan wildcard mask. Pada postingan ini akan dijelaskan konfigurasi routing OSPF pada mikrotik.
Postingan Pendukung
- Instalasi EVE-NG pada Mesin Virtual VMware
- Cara Import Appliances Image, Bin dan Qemu ke EVE-NG
- Cara Mengatasi Virtualized VT-x/EPT Error VMware
Topologi

Pada konfigurasi kali ini simulasi dilakukan pada EVE-NG dan menggunakan Node mikrotik CHR seperti pada dibawah.

Agar router mikrotik bisa dilakukan konfigurasi dari komputer lokal berikan satu network interface dengan type management cloud.

Nyalakan semua node, double klik pada perangkat R1 dan R2 kemudian berikan Identity. Langkah ini berfungsi agar pada saat melakukan konfigurasi perangkat tidak tertukar.

Buka aplikasi winbox pada komputer lokal, jika kedua router sudah muncul maka konfgurasi pada setiap router siap dilakukan.

Konfigurasi R1
Berikan ip address pada interface ether1 dan ether2 sesuai dengan pada topologi diatas.

Konfigurasi DHCP Server yang mengarah pada client dengan menggunakan DHCP Setup pada menu IP > DHCP Server > DHCP Setup. Ikuti langkah – langkah hingga berhasil terbuat.


Konfigurasi R2
Lakukan langkah yang sama pada R1 dengan memberikan ip address sesuai topologi pada setiap interface. Berikan juga konfigurasi DHCP Server yang mengarah pada interface klien.

Konfigurasi Routing OSPF R1 dan R2
Pada R1 masuk pada konfigurasi Routing > OSPF > Areas. Tambahkan area 1 yang akan dipakai sebagai link router yang mengarah pada area 1 sesuai dengan gambar topologi diatas.

Setelah membuat area 1, masuk pada sub menu Networks kemudian tambahkan subnet pada setiap area yaitu backbone yang mengarah antar router dan area 1 yang mengarah pada klien.


Pada menu Instance berikan router id, pada konfigurasi kali ini R1 diberikan router id sebagai berikut.

Pada R2 berikan langkah yang sama, namun sesuaikan area dan subnet yang digunakan sesuai dengan topologi diatas. Berikut adalah tampilan halaman submenu Areas, Networks dan Instance pada R2.



Pengujian Client
Berikan konfigurasi DHCP Client pada VPC1 dan VPC2 agar mendapatkan ip address secara otomatis. Lakukan pengujian ping antar VPC jika hasilnya saling reply maka konfigurasi routing static berhasil dilakukan.


Kesimpulan pada postingan ini adalah konfigruasi routing OSPF menggunakan konsep area dengan jenis link state. Protokol ini memilih jalur yang terdekat dari pengirim menuju ke penerima. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.
