Konfigurasi Routing Static pada Mikrotik

Static routing adalah salah satu metode untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda dengan cara manual. Metode ini menggunakan skema alamat tujuan serta gateway yang dilalui. Keuntungan metode ini adalah jalur rute bisa dikonfigurasi sesuai dengan keiniginan dari pengirim sampai kepada penerima. Kekurangan metode ini kurang cocok digunakan untuk topologi yang cukup besar karena metode ini perlu membuat router secara manual pada setiap alamat tujuan. Pada postingan ini akan dijelaskan konfigurasi static routing pada mikrotik.

Postingan Pendukung

Topologi

Pada konfigurasi kali ini simulasi dilakukan pada EVE-NG dan menggunakan Node mikrotik CHR seperti pada dibawah.

Agar router mikrotik bisa dilakukan konfigurasi dari komputer lokal berikan satu network interface dengan type management cloud.

Nyalakan semua node, double klik pada perangkat R1 dan R2 kemudian berikan Identity. Langkah ini berfungsi agar pada saat melakukan konfigurasi perangkat tidak tertukar.

Buka aplikasi winbox pada komputer lokal, jika kedua router sudah muncul maka konfgurasi pada setiap router siap dilakukan.

Konfigurasi R1

Berikan ip address pada interface ether1 dan ether2 sesuai dengan pada topologi diatas.

Konfigurasi DHCP Server yang mengarah pada client dengan menggunakan DHCP Setup pada menu IP > DHCP Server > DHCP Setup. Ikuti langkah – langkah hingga berhasil terbuat.

Konfigurasi R2

Lakukan langkah yang sama pada R1 dengan memberikan ip address sesuai topologi pada setiap interface. Berikan juga konfigurasi DHCP Server yang mengarah pada interface klien.

Konfigurasi Routing Static R1 dan R2

Untuk melakukan routing static masuk pada menu IP Routes kemudian klik icon “+” untuk menambah aturan baru. Pada R1 berikan destination ke 0.0.0.0/0 dengan gateway alamat ip R2.

See also  Konfigurasi Interface Bonding pada Mikrotik

Pada R2 lakukan langkah yang sama namun berikan gateway menggunakan alamat R1.

Pengujian Client

Berikan konfigurasi DHCP Client pada VPC1 dan VPC2 agar mendapatkan ip address secara otomatis. Lakukan pengujian ping antar VPC jika hasilnya saling reply maka konfigurasi routing static berhasil dilakukan.

Kesimpulan pada postingan ini adalah konfigruasi static routing digunakan untuk topologi yang sederhana karena jalur yang dirutekan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Static Routing kurang cocok digunakan untuk topologi skala cukup besar. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!