
Routing RIP atau Routing Information Protocol adalah sebuah prokotokol routing dinamis yang menggunakan distance vektor. Jenis roting ini memilih jalur dengan jumlah lompatan atau hop yang paling kecil dari pengirim menuju penerima. Protokol routing ini memilki batas hop yaitu yang berjumlah 15. Kelebihan protokol routing ini ialah konfigurasinya yang cukup simple dan mudah hanya dengan memasukan mana saja network id yang tersambung secara langsung pada router. Kekurangan protokol ini adalah jumlah hop maskimal adalah 15 sehingga kurang dapat digunakan pada topologi berskala besar. Pada postingan ini akan dijelaskan konfigurasi routing RIPv2 pada cisco packet tracer.
Topologi

Konfigurasi R1
Pada R1 lakukan konfigurasi dasar dengan memberikan hostname pada router, memberikan ip address pada setiap interface serta menyalakan interface yang digunakan. Lakukan konfigurasi DHCP Server untuk klien agar klien mendapatkan ip address dari router.
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#ho R1
R1(config)#int g0/0
R1(config-if)#ip address 10.1.0.1 255.255.255.252
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exit
R1(config)#int g0/1
R1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exit
R1(config)#ip dhcp pool LAN1
R1(dhcp-config)#network 192.168.10.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.10.1
R1(dhcp-config)#quit
R1(config)#Konfigurasi R2
Lakukan langkah dan konfigurasi yang sama pada R2. Namun sesuaikan alamat ip address sesuai dengan topologi yang digunakan.
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#ho R2
R2(config)#int g0/0
R2(config-if)#ip address 10.1.0.1 255.255.255.252
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#int g0/1
R2(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#ip dhcp pool LAN2
R2(dhcp-config)#network 192.168.20.0 255.255.255.0
R2(dhcp-config)#default-router 192.168.20.1
R2(dhcp-config)#quit
R2(config)#Konfigurasi Routing RIPv2 pada R1 dan R2
Pada R1 dan R2 berikan konfigurasi berikut untuk mendaklarasikan routing RIPv2 dengan memasukan semua subnet yang terhubung langsung pada router.
R1(config)#router rip
R1(config-router)#version 2
R1(config-router)#network 10.1.0.0
R1(config-router)#network 192.168.10.0
R1(config-router)#exitR2(config)#router rip
R2(config-router)#version 2
R2(config-router)#network 10.1.0.0
R2(config-router)#network 192.168.20.0
R2(config-router)#exitPengujian Client
Pada PC0 dan PC1 gunakan konfigruasi ip address secara dinamis atau DHCP.


Untuk menguji konektivitas rotuing buka pada menu cmd dan lakukan ping antara PC0 dan PC1. Jika berhasil maka konfigurasi routing RIPv2 sudah berhasil dilakukan.


Kesimpulan pada postingan ini adalah konfigruasi routing RIPv2 berfungsi untuk menghubungkan satu jaringan ke jaringan yang berda lainnya. Protokol routing ini memiliki konfigurasi yang cukup mudah namun memiliki limitasi hop yang digunakan. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.
