
PPPoE Server adalah suatu protokol untuk membuat koneksi secara point to point klien ke jaringan. Protokol ini sering digunakan oleh ISP karena mempunyai keamanan yang optimal. PPPoE Server menggunakan sistem otentikasi pada klien berupa username dan password. Protokol ini bisa diimplementasikan pada berbagai vendor perangkat jaringan. Pada postingan kali ini akan dijelaskan konfigurasi PPPoE Server pada mikrotik. Preconfig dasar sudah dilakukan sehingga mikrotik sudah terhubung ke internet.
Postingan Pendukung
Topologi

Konfigurasi IP Pool
Buka winbox kemudian arahkan pada menu IP > Pool, Klik icon + untuk menambakan pool baru. Berikan nama pool baru dan masukan range ip sesuai pada interface lokal(ether2) yaitu 10.1.0.2-10.1.0.254.

Konfigurasi PPPoE Server Mikrotik
Masuk pada menu PPP > PPPoE Server, kemudian tambahkan server dan berikan nama. Pilih interface yang akan digunakan atau yang mengarah ke jaringan lokal. Centang opsi One Session Per Host agar akun user bisa digunakan hanya dalam satu sesi.

Pindah ke menu Profiles lalu tambahkan profile baru dengan nama contoh Paket-2Mbps. Berikan alamat ip interface lokal ether2 pada kolom local address. Pilih IP Pool yang telah dibuat sebelumnya pada kolom remote address.

Berikan limitasi pada sub menu Limits untuk profile 2Mbps lalu centang opsi yes pada pilhan Only One.

Buat username dan password pppoe pada menu Secrets. Arahkan opsi profile ke paket 2Mbps.

Pengujian PPPoE Server Mikrotik
Masuk pada konfigurasi Dial Up Connection kemudian berikan username dan password yang sesuai pada langkah sebelumnya.

Klik connect kemudian lakukan speedtest pada halaman browser. Jika speedtest sudah bisa dilakukan makan konfigurasi pppoe server mikrotik sudah berhasil.

Kesimpulan pada postingan ini adalah PPPoE Server berfungsi untuk membuat sebuah jalinan koneksi yang menggunakan keamanan otentikasi. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.
