
LACP adalah sebuah protokol untuk melakukan agregat beberapa port fisik menjadi 1 port logic. Dengan metode tersebut memungkinkan untuk membuat bandwidth antar perangkat menjadi lebih besar. Selain itu protokol ini berfungsi menjadi sebagai redudansi sehingga jika salah satu link down masih ada satu link yang membackup. Pada sistem operasi linux debian protocol ini bisa diimplementasikan dengan firut bonding pada setiap nic linux. Pada postingan ini akan dijelaskan konfigurasi lacp linux debian 12 menggunakan aplikasi simulator GNS3.
Postingan Pendukung
- Instalasi GNS3 VM Menggunakan VMWare Workstation Pro
- Cara Menghubungkan Mesin Virtual VMware ke GNS3
- Konfigurasi DHCP Server Linux Debian 12
Topologi

Konfigurasi LACP Linux Debian 12
Masuk dengan superuser serta berikan perintah dibawah ini untuk melakukan instalasi paket aplikasi bonding.
root@debian:~# apt update
root@debian:~# apt install ifenslave ethtoolJika sudah dilakukan instalasi masuk pada konfigurasi network interface linux debian dengan perintah dibawah.
root@debian:~# nano /etc/network/interfacesLakukan konfigurasi pada file tersebut seperti gambar dibawah. Pada postingan ini ens33 digunakan untuk koneksi ke arah internet, interface yang akan dilakukan bonding yaitu ens37 dan ens38. Interface bonding dideklarasikan dengan nama bond0 dengan ip address 10.1.0.1/24. Mode bonding yang digunakan adalah 802.3ad atau LACP.

Simpan konfigurasi kemudian lakukan shutdown pada interface ens37,ens38 dan aktifkan interface bond0.
root@debian:~# ifdown ens37
root@debian:~# ifdown ens38
root@debian:~# ifup bond0Restart konfigurasi jaringan pada linux debian dengan perintah berikut. Jika ada error abaikan terlebih dahulu karena sisi switch belum di konfigurasi.
root@debian:~# /etc/init.d/networking restartKonfigruasi L2-SW
Pada konfigruasi IOL GNS3 perlu memasukan lisensi agar vIOS bisa dilajalankan berikut lisensi yang digunakan.

Donwload dan masukan aplliances i86bi_linux_l2-adventerprisek9-ms.SSA.high_iron_20180510 pada GNS3.

Berikut adalah konfigurasi etherchannel pada switch cisco.
Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#interface range ethernet 0/0-1
Switch(config-if-range)#switchport trunk encapsulation dot1q
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
Switch(config-if-range)#channel-group 1 mode active
Switch(config-if-range)#end
Switch#writeUntuk mengaktifkan protokol LACP pada switch cisco masuk pada port yang ingin dilakukan agregat lalu masukan perintah channel-group 1 mode active/passive.
Pengujian LACP
Pada linux debian sudah dilakukan preconfig DHCP Server untuk menguji link LACP yang sudah dibuat. Masukan perintah berikut untuk verifikasi link lacp.
root@debian:~# ethtool bond0Jika barisan Link detected : yes maka interface sudah berhasil dibonding, selain itu jumlah speed atau bandwidth akan bertambah.

Untuk mengetahui LACP pada sisi switch gunakan perintah berikut. Jika pada interface E0/0 dan E0/1 terdapat (P) maka port sudah berhasil dilakukan aggregat.

Konfigurasi alamat ip VPC dengan mode DHCP, jika VPC sudah mendapat ip dari linux dan bisa melakukan ping pada linux maka konfigurasi LACP secara keseluruhan sudah berhasil.

Kesimpulan pada postingan ini adalah konfigurasi LACP bisa dilakukan pada switch cisco dan linux. Pada linux menggunakan fitur bonding dengan mode LACP untuk mengaktifkan LACP. Disisi switch cisco dilakukan konfigurasi etherchannel dengan metode channel group aktif/passive pada port yang dilakukan agregat. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.
