
EtherChannel memungkinkan beberapa tautan Ethernet fisik digabungkan menjadi satu tautan logis. Jika sebuah segmen dalam EtherChannel down, lalu lintas yang sebelumnya dibawa melalui tautan yang down beralih ke yang tersisa segmen dengan di EtherChannel. Inter Vlan Routing adalah suatu metode menghubungkan beberapa VLAN agar bisa terkoneksi dalam suatu sub interface yang sama. Pada postingan ini akan dijelaskan konfigurasi intervlan routing etherchannel menggubakan simulator Eve-NG.
Postingan Pendukung
- Instalasi EVE-NG pada Mesin Virtual VMware
- Cara Import Appliances Image, Bin dan Qemu ke EVE-NG
- Konfigurasi Intervlan Routing Mikrotik dan Switch Cisco
- Konfigurasi Etherchannel pada Cisco Packet Tracer
Topologi

Konfigurasi R1
Pada konfgurasi ini node R1 menggunakan appliance router dynamips dengan spesifikasi seperti berikut.

Buat interface port-channel 1 pada R1 dan lakukan bundling pada setiap interface yang mengarah ke SW1.
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)# hostname R1
R1(config)#int port-channel 1
R1(config-if)#exit
R1(config)#int range fa0/0,fa1/0
R1(config-if-range)#channel-group 1
R1(config-if-range)#no shutdown
R1(config-if-range)#exit
R1(config)# Lakukan konfigurasi sub interface pada port-channel 1 untuk setiap vlan dan berikan ip address.
R1(config)#int po1.100
R1(config-subif)#encapsulation dot1Q 100
R1(config-subif)#ip add 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-subif)#exit
R1(config)#int po1.200
R1(config-subif)#encapsulation dot1Q 200
R1(config-subif)#ip add 192.168.200.1 255.255.255.0
R1(config-subif)#exit
R1(config)# Konfigurasi DHCP Server untuk kedua vlan, langkah ini difungsikan untuk pengujian di sisi client.
R1(config)#ip dhcp pool VLAN100
R1(dhcp-config)#network 192.168.100.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.100.1
R1(dhcp-config)#exit
R1(config)#ip dhcp pool VLAN200
R1(dhcp-config)#network 192.168.200.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.200.1
R1(dhcp-config)#exit
R1(config)#Konfigurasi SW1
Pada konfigurasi kali ini node SW1 dan SW2 menggunakan appliance Cisco vIOS Switch dengan spesifikasi seperti berikut.

Buat vlan 100 dan 200 pada SW1 dan berikan nama pada vlan tersebut.
Switch>ena
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#ho SW1
SW1(config)#vlan 100
SW1(config-vlan)#name VLAN100
SW1(config-vlan)#exit
SW1(config)#vlan 200
SW1(config-vlan)#name VLAN200
SW1(config-vlan)#exit
SW1(config)#Konfigurasi etherchannel manual kearah router dengan channel group 1 dan mode LACP kearah SW2 dengan channel group 2. Pada sisi SW1 berikan mode active. Jika muncul log error setelah melakukan konfigurasi abaikan saja terlebih dahulu itu terjadi karena sisi SW2 belum dilakukan konfigurasi etherchannel.
SW1(config)#
SW1(config)#int ra g0/0-1
SW1(config-if-range)#switchport trunk encapsulation dot1q
SW1(config-if-range)#switchport mode trunk
SW1(config-if-range)#channel-group 1 mode on
SW1(config-if-range)#exit
SW1(config)#int ra g1/2-3
SW1(config-if-range)#switchport trunk encapsulation dot1q
SW1(config-if-range)#switchport mode trunk
SW1(config-if-range)#channel-group 2 mode active
SW1(config-if-range)#exitLakukan konfigurasi port access ke arah user pada setiap vlan.
SW1(config)#int g0/2
SW1(config-if)#switchport mode access
SW1(config-if)#switchport access vlan 100
SW1(config-if)#exit
SW1(config)#int g0/3
SW1(config-if)#switchport mode access
SW1(config-if)#switchport access vlan 200
SW1(config-if)#exit
SW1(config)#Konfigurasi SW2
Pada SW2 konfigurasi tidak jauh beda dengan SW1. Buat vlan id kemudian konfigurasi channel-group 2 mode passive pada setiap interface yang mengarah ke SW1. Setelah itu lakukan konfigiruasi interface access yang mengarah ke user.
Switch>ena
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#ho SW2
SW2(config)#vlan 100
SW2(config-vlan)#name VLAN100
SW2(config-vlan)#exit
SW2(config)#vlan 200
SW2(config-vlan)#name VLAN200
SW2(config-vlan)#exit
SW2(config)#int ra g1/2-3
SW2(config-if-range)#switchport trunk encapsulation dot1q
SW2(config-if-range)#switchport mode trunk
SW2(config-if-range)#channel-group 2 mode passive
SW2(config-if-range)#exit
SW2(config)#int g0/0
SW2(config-if)#switchport mode access
SW2(config-if)#switchport access vlan 100
SW2(config-if)#exit
SW2(config)#int g0/1
SW2(config-if)#switchport mode access
SW2(config-if)#switchport access vlan 200
SW2(config-if)#exit
SW2(config)#Pengujian Client
Verifikasi konfigurasi etherchannel SW1 dan SW2.
SW1#sh etherchannel summary
Flags: D - down P - bundled in port-channel
I - stand-alone s - suspended
H - Hot-standby (LACP only)
R - Layer3 S - Layer2
U - in use N - not in use, no aggregation
f - failed to allocate aggregator
M - not in use, minimum links not met
m - not in use, port not aggregated due to minimum links not met
u - unsuitable for bundling
w - waiting to be aggregated
d - default port
A - formed by Auto LAG
Number of channel-groups in use: 2
Number of aggregators: 2
Group Port-channel Protocol Ports
------+-------------+-----------+-----------------------------------------------
1 Po1(SU) - Gi0/0(P) Gi0/1(P)
2 Po2(SU) LACP Gi1/2(P) Gi1/3(P)
SW1#
SW2#show etherchannel summary
Flags: D - down P - bundled in port-channel
I - stand-alone s - suspended
H - Hot-standby (LACP only)
R - Layer3 S - Layer2
U - in use N - not in use, no aggregation
f - failed to allocate aggregator
M - not in use, minimum links not met
m - not in use, port not aggregated due to minimum links not met
u - unsuitable for bundling
w - waiting to be aggregated
d - default port
A - formed by Auto LAG
Number of channel-groups in use: 1
Number of aggregators: 1
Group Port-channel Protocol Ports
------+-------------+-----------+-----------------------------------------------
2 Po2(SU) LACP Gi1/2(P) Gi1/3(P)
SW2#
Pada SW1 sudah dilakukan bundling port dengan port channel 1 yang mengarah ke router dengan protocol manual. Sedangkan port channel 2 dilakukan mode LACP yang mengarah SW2. Port aggregat berhasiul dibuat dengan ditandai huruf (P) pada masing – masing interface yang diganbungkan.
Pengujian intervaln routing dilakukan dengan melakukan konfigurasi DHCP pada sisi client dan melakukan tes ping diantara kedua vlan. Jika setiap client mendapatkan ip sesuai network vlan yang dibuat serta bisa melakukan ping maka konfigurasi intervlan routing sudah berhasil.


Kesimpulan pada postingan ini adalah konfigurasi intervlan routing pada port etherchannel bisa dilakukan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan melakukan konfigurasi interface dan sub interface port-channel pada R1 untuk intervlan routing. Setelah itu konfigurasi etherchannel untuk link antara dilakukan seperti biasa untuk menghubungkan setiap switch. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.
