
Redistribute Routing (Redistribusi Routing) adalah suatu cara untuk menghubungkan dua routing protokol dengan cara melakukan redistribusi paket data pada router. Langkah ini digunakan jika pada topologi jaringan ada beberapa konfigurasi routing yang berbeda. Mekanisme ini bisa digunakan berbagai pada vendor jaringan. Pada postingan ini akan dijelaskan konfigurasi redistribute static dan RIP routing pada cisco packet tracer.
Postingan Pendukung
- Konfigurasi Static Routing pada Cisco Packet Tracer
- Konfigurasi Routing RIPv2 pada Cisco Packet Tracer
Topologi

Konfigurasi R1
Pada R1 lakukan konfigurasi dasar dengan memberikan hostname pada router, memberikan ip address pada setiap interface serta menyalakan interface yang digunakan.
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#ho R1
R1(config)#int g0/0
R1(config-if)#ip address 10.1.0.2 255.255.255.252
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exit
R1(config)#int g0/1
R1(config-if)#ip address 10.1.0.5 255.255.255.252
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#exitKonfigurasi R2
Lakukan langkah dan konfigurasi yang sama pada R2. Namun sesuaikan alamat ip address sesuai dengan topologi yang digunakan dan berikan konfigurasi ip address pada interface yang mengarah ke jaringan lokal.
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#ho R2
R2(config)#int g0/0
R2(config-if)#ip address 10.1.0.1 255.255.255.252
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#int g0/1
R2(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no shut
R2(config-if)#exit
R2(config)#ip dhcp pool LAN1
R2(dhcp-config)#network 192.168.10.0 255.255.255.0
R2(dhcp-config)#default-router 192.168.10.1
R2(dhcp-config)#quit
R2(config)#Konfigurasi R3
Pada R3 mempunyai konfigurasi kurang lebih sama dengan R2 hanya saja berbeda pada konfigurasi alamat ip address pada setiap interface sesuai dengan topologi yang digunakan.
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#ho R3
R3(config)#int g0/0
R3(config-if)#ip address 10.1.0.6 255.255.255.252
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#exit
R3(config)#int g0/1
R3(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#exit
R3(config)#ip dhcp pool LAN2
R3(dhcp-config)#network 192.168.20.0 255.255.255.0
R3(dhcp-config)#default-router 192.168.20.1
R3(dhcp-config)#quit
R3(config)#Konfigurasi Redistribute Static dan RIP Routing
Lakukan konfigurasi routing static pada segmen R1 dan R2. Pada R2 berikan konfigurasi default static route menggunakan alamat gateway R1. Berikan konfigurasi juga pada R1 default static route yang menggunakan gateway R2.
R2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.1.0.2R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.1.0.1Setelah konfigurasi static route pada segmen R1 dan R2. Selanjutnya berikan konfigurasi routing RIP pada segmen R1 dan R3.
R1(config)#router rip
R1(config-router)#version 2
R1(config-router)#network 10.1.0.4
R1(config-router)#no auto sum
R1(config-router)#exitR3(config)#router rip
R3(config-router)#version 2
R3(config-router)#network 10.1.0.4
R3(config-router)#network 192.168.20.0
R3(config-router)#no auto sum
R3(config-router)#exitAgar dua routing protokol bisa saling terhubung diperlukan konfigurasi redistribute pada R1. Masuk pada konfigurasi routing RIP pada R1 dan berikan konfigurasi seperti dibawah.
R1(config)#router rip
R1(config-router)#redistribute static
R1(config-router)#exitPengujian Client
Pada PC0 dan PC1 gunakan konfigruasi ip address secara dinamis atau DHCP.


Untuk menguji konektivitas routing buka pada menu cmd dan lakukan ping antara PC0 dan PC1. Jika berhasil maka konfigurasi redistribute routing static ke RIP sudah berhasil dilakukan.


Kesimpulan pada postingan ini adalah konfigurasi redistribute bisa digunakan untuk menghubungkan protokol routing yang berbeda. Jika masih ada penjelesan yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah.
